Kamis, 17 Agustus 2017

STASIUN




























peron-peron stasiun yang menua
kereta datang membawa petang
dan jakarta menjelma menjadi kota yang sia-sia


di antara kerumunan yang sama
siapakah kita?
selain makhluk yang menghabiskan waktu untuk merasai lelah


senja berhamburan membawa bising
lihat, ada kopi-kopi keruh minta diaduk
berharap jenuh ikut larut lalu hilang ditelan malam


 padam.



- manggarai, 2017-



--------------------------

22 komentar:

tuty prihartiny mengatakan...

stasiun boleh menua
manusia Jakarta boleh lelah
Dan menulis adalah penawarnya

beni ananto mengatakan...

Mereka bilang, pulang adalah penawar lelah yang sejati.

Dear Valent mengatakan...

"Tahunya pak tahu, tahu..
Selagi hangat, selagi hangat..
Sebungkus 5000.."

~Stasiun Bogor

Thoriq petouring mengatakan...

Duh, klo para pujangga sudah saling berbalas, aq disini cuma bisa melongo :)

Talif Al Kaintu mengatakan...

Dan aku disini.
Selalu menunggumu diperon 5.
Berharap engkau muncul.
Sebelum petang menyapa.
Hingga ku tersadar, petang ini bukan milikku...lagi...

Lala Yusuf mengatakan...

Siapa kita?
Hanya setitik debu di dunia.
Berbalas tawa dan luka.
Suatu saat kan kembali ke maha kuasa.

Lala Yusuf mengatakan...

Siapa kita?
Hanya setitik debu di dunia.
Berbalas tawa dan luka.
Suatu saat kan kembali ke maha kuasa.

Lala Yusuf mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
~Beautiful Mind Arlindya~ mengatakan...

Rembulan pun datang menghapus senja
Ketika langkah menginjak tanah halaman
Semilir angin dingin membawa ke peraduan
Rindu akan mimpi dibawah cahaya rembulan

Zainal MuttaQien mengatakan...

Puisi singkat yang menyentuh kalbu....

achi hartoyo mengatakan...

Pujangga milenial. Keren!

Tengku Mahesa Khalid mengatakan...

Luar biasah Kopi nyaaa. Mantabb

Lisa Fransisca mengatakan...

puisi singkat tapi ngena. top!

Airin Kanita mengatakan...

Aih jadi kangen jakarta

Elsa Martina Lova mengatakan...

Kita,
alasan di antara degub jantung yang ia rasa.
Kita,
pemeran dari cerita nan entah seperti apa.

ndutcenezzone mengatakan...

bagus puisinya.
terus berkarya.
www.belajaronlineshop.com

Annisa J. mengatakan...

Pujangga.. nice kak!

Maria Anastasia Wardani mengatakan...

mantap. tapi kurang panjang nih puisinya hehe.

bang doel mengatakan...

wow panjang banget balesan puisinya

hayatisaja mengatakan...

Aku jadi kangen stasiun dan kesibukannya 😃

endangcippy mengatakan...

Ular besi selalu membawa pesona dan nostalgia untuk para penumpangnya

Cerita Backpacker mengatakan...

Suka puisi juga kk?
Keren