Sabtu, 14 Februari 2015

mohon

-jadikan aku sasaranmu-



aku merasa masih belum tepat sasaran atau perhatianmu yang belum tercurah padaku
lihatlah aku, kumohon lihat, dengarkan dan kasihanilah aku..

aku tidak menolak dihujani dengan nikmat-nikmat yang belum kupahami,
tapi kumohon anugerahkanlah apa yang selama ini aku impikan.
bukan semata-mata hanya untuk diriku, melainkan juga demi mereka
yang menitipkan impiannya padaku.

entah itu keinginan atau kebutuhan dalam pandanganmu
kuharap itu dikabulkan
karena Kau maha mengabulkan doa-doa


Minggu, 08 Februari 2015

secuil

-secuil mimpi-






aku masih teronggok disini, didepan pintu langit yang tak kunjung terbuka.
membawa gumpalan doa yang kian tua untuk ditukarkan dengan mimpi walau hanya secuil.
ya hanya secuil mimpi.

kumohon walaupun hanya secuil. ijinkan aku merasakannya.

insomnia

- yang menemani insomnia malam ini-

insomnia. tak kunjung terlelap, terlalu banyak yang mengganggu dipikiran, tentang masa depan yang kian waktu malah makin berkabut, tentang janji kepada diri sendiri yang tak kunjung terpenuhi.  hmm.. memang benar, mungkin lebih nikmat menjadi anak kecil, tak ada yang perlu di khawatirkan kecuali PR yang belum dikerjakan.

malam, sepi, dan insomnia memang kombinasi yang memuakkan, memaksa kita untuk membunuh waktu, entah dengan berbagai cara.

memikirkan masa depan atau melamunkan masa lalu, keduanya tidak ada yang lebih baik. pada akhirnya memilih menenggelamkan diri dengan membaca buku-buku yang teronggok disudut kamar hingga akhirnya tanpa sadar lelah terkapar.

Minggu, 21 September 2014

ini perjalanan bukan tujuan

-perjalanan-

Kau tahu, orang terkenal pernah bilang,
"Bepergian lebih baik daripada tiba di tujuan "

Lalu kubilang, "Apa?"
karena dulunya kupikir hanya ada satu jalan untuk membawamu sukses hidup di dunia.
Tapi kalau kau memilih satu jalan itu, bukan berarti kau harus mengabaikan jalan lainnya.

Aku menyadari bahwa apa yg terjadi dalam hidupku,
rintangan.. keterpurukan dan persahabatan

adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir.

kurasa kau hanya harus percaya bahwa masa depan akan berjalan sebagaimana mestinya
selama kita berusaha maksimal.

--------------
- dikutip dari film step up-




Jumat, 12 September 2014

jalan..

-menuju ujung jalan-


aku masih ingat kalimat itu, tentang takdir -- masa depan yang masih abstrak dalam pikiran, berapa kali dipikirkan pun, hanya seperti paradoks. tak jelas mana awal dan mana akhir.

"... dan akhir dari perjalanan kita adalah tiba ditempat kita memulai dan mengenali tempat tersebut untuk pertama kalinya. " itu kalimatnya.

---------------
aku memulainya disini, terpental kesana dan terombang-ambing disitu, kemudian terdampar disini (kembali) dengan sosok yang agak sedikit berbeda dan begitu pula mereka, tatapan, persepsi orang-orang yang kembali memandangku dengan berbeda. baik--buruk, aku tak peduli. 

 
"dan walaupun kamu tetap berjalan dengan rendah hati, akan tetap ada yang menilaimu sombong."

disonansi kognitif..
terlalu sibuk khawatir dengan persepsi orang lain, hanya membuat diri sendiri tidak punya substansi,  keberadaanmu hanya jadi bayang-bayang.

terus jalan..
-----------------------------

ah, sial.. benar-benar tidak beraturan, apa yang ku tulis disini. gak jelas !

masih menuju ujung jalan.

 

Jumat, 17 Januari 2014





akan ada banyak hal yang hilang, ada yang dikorbankan. 

tapi memang sudah seharusnya itu terjadi.

memilih atas kemauan sendiri, atau mengikuti arus begitu saja.
keduanya mungkin punya muara yg sama. tapi esensinya beda.


-------------------------
masa depan kembali terlihat berkabut lagi.



Rabu, 18 Desember 2013

seek




"kamu adalah apa yang kamu cari"  kata orang bijak.

--------------

Lalu apa yang sebenarnya saya cari ?
entahlah, saya merasa tersesat, depresi, tertekan, bosan, muak.
saya tidak tahu apa yang saya cari.
ah, dunia begitu melelahkan...